Kamis, 25 Maret 2010

DASAR-DASAR RANGKAIAN LISTRIK

DASAR-DASAR RANGKAIAN LISTRIK
Rangakaian Terbuka dan Rangkaian Tertutup
Rangakaian listrik terdiri dari sumber arus listrik dan beban yang dihubungkan dengan menggunakan Konduktor. Beban dapat berupa komponen-komponen elektronik (transistor, resistor, dan lain-lain), pesawat elektronik (radio, televisi dan lain-lain) atau pesawat listrik (lampu, strika listrik, dan lain-lain). Sedangkan sumber arus listrik dapat berupa Baterai atau listrik PLN.
Rangakaian listrik dapat berupa rangkaian Terbuka atau rangkaian Tertutup. Rangkaian Terbuka tidak dapat mengalirkan arus karena jalannya arus diputus (dibuka). Sedangkan rangkaian tertutup dapat mengalir pada beban dan juga pada sumber. Pada beban, arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negative. Sedangkan di dalam sumber, arus mengalir dari kutub negatif positimenuju kutub positif.



Penerapan Hukum Ohm pada Rangakaian Listrik
Telah disebut bahwa rangkaian listrik terdiri dari sumber arus dan beban. Yang perlu diketahui adalah bahwa pada beban terdapat hambatan listrik dan pada sumber arus listrik dan pada sumber arus terdapat tegangan listrik. Tinggi tegangan dan besarnya kuat arus yang mengalir pada rangakaian yang bersangkutan.





Antara ujung-ujung resistor dipasang Voltmeter, maka alat ini akan menunjukkan tinggi tegangan yang terdapat antara ujung-ujung resistor tersebut. Pada lintasan arus dipasang ameremeter, maka lat ini akan menunjukkan kuat arus yang mengalir pada resistor. Kuat arus tersebut tergantung pada tinggi tegangan dan besaran hambatan resistor.
Keterangan :




I = Kuat arus dalam satuan ampere
V= tegangan dalam satuan volt
R= hambatan dalam satuan ohm

Daya Listrik
Setiap pesawat listrik memerlukan energi listrik. Tanpa energi tersebut, pesawat listrik tidak dapat bekerja. Besarnya energi listrik setiap satu satuan Waktu disebut daya listrik. Satuan untuk menyatakan besarnya daya adalah joule/detik. Joule per detik disebut watt disingkat W turunan satuan yang sering digunakan adalah MW, kWdan mV. Contoh, sebuah lampu menggunakan daya listrik 100 W artinya setiap satu detik alat tersebut menggunakan energi sebesar 100 joule. Besarnya daya listrik yang digunakan oleh rangkaian listrik dapat dihitung dengan rumus:

Rangkaian Dasar Transistor Sebagai Saklar
Transistor dapat berfungsi sebagai Saklar bila transistor dapat mengalirkan arus dengan jenuh dan dapat pula menyumbat. Transistor yang mengalirkan arus jenuh sama dengan.sama artinya.
Saklar menutup (on), dan transistor yang menyumbat sama dengan Saklar yang sedang membuka (off). Agar transistor dapat mengalirkan arus maupun menyumbat, maka kepada transistor harus diberi tegangan cara tertentu.

1. Pemberian Tegangan pada Transistor.
Salah satu cara pemberian tegangan (sumber daya) Pada transistor adalah dengan menggunakan dua buah sumber tegangan. Satu sumber diberikan antara emitor dan kolektor dan satu lagi di berikan anatara emitor dan basisi. Sumber tegangan yang diberikan pada transistor harus tegangan dari sumber arus searah (DC = direct current). Adapun caranya adalah berikut:
a.Pemberian tegangan pada Transistor. Tipe PNP



• Antara kaki emito dan kolektor yaitu kaki emitor diberi tegangan positif dan kaki kolektor diberi tegangan negatif
• Antara kaki basis dan emitor yaitu kaki emitor diberi tegangan positif dan kaki basis kolektor diberitegangan negatif

b. Pemberian tegangan pada Transistor. Tipe NPN



• Antara kaki emito dan kolektor yaitu kaki emitor diberi tegangan negatif positif dan kaki kolektor diberi tegangan positif
• Antara kaki basis dan emitor yaitu kaki emitor diberi tegangan negatif dan kaki basis kolektor diberi tegangan positif





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar